Home / Analysis / Analisis Tren Ponsel Pintar
Analisis Tren Ponsel Pintar

Analisis Tren Ponsel Pintar

Ponsel pintar kini sedang booming-boomingnya, dengan semakin murahnya perangkat ponsel pintar, pada Januari 2014 di Amerika pengguna ponsel pintar mencapai 90% [1].  Sedangkan estimasi untuk dunia maka pengguna ponsel pintar akan mencapai 1,75 miliar pengguna [2] yang merupakan 25% penduduk dunia. Prediksinya pada tahun 2017 pengguna akan mencapai 40% populasi dunia.

Memang dari berbagai analisis pengguna ponsel pintar pasti akan terus tumbuh, walaupun dengan tingkat pertumbuhan yang terus menurun. Melihat analisis yang ada, tingkat pertumbuhan yang paling tinggi adalah tahun 2012-2013, tahun-tahun berikutnya tingkat pertumbuhan mulai menurun, karena pengguna ponsel pintar sudah cukup banyak.

Jika pada tahun 2003-2008 ketika berbicara tentang ponsel kita akan membicarakan siapa pembuat ponselnya (red: Nokia, Motorola, Samsung, LG), maka ketika ponsel pintar sudah menjadi tren, hal yang pertama di bicarakan adalah sistem operasinya (iOS, Android, Windows Phone, Blackberry) baru kemudian merk-nya. Oleh karena itu jika kita ingin menganalisis tren dari ponsel pintar maka yang harus kita bahas adalah tren sistem operasinya.

Smartphone Operating System Trend

Smartphone Operating System Trend

Merujuk kepada gambar diatas, maka saya akan coba bagi kepada beberapa fase tren ponsel pintar :

  1. Fase Feature Phone (sebelum 2007), pada fase ini belum ada ponsel pintar. Fungsi-fungsi diluar telepon dan sms seperti browser dan aplikasi di sediakan lewat pemograman Java menggunakan platform J2ME. Merk paling terkenal pada masa ini adalah Nokia. Fitur-fitur unggulan masih sebatas jumlah memori sms dan kontak, kemudian browser dan kamera. Aplikasi masih sebatas game yang jumlahnya sedikit dan tidak terlalu menjadi perhatian utama.
  2. Fase Windows Mobile dan Palm (2003-2007, kalangan terbatas), Sebenarnya sebelum masa-masa ponsel pintar seperti saat ini, di segmen pasar yang spesifik sudah beredar perangkat ponsel pintar yang menggunakan Windows Mobile, kemudian Nokia mengeluarkan juga ponsel khusus bisnis yaitu Communicator. Khusus untuk perangkat Palm dulu dikenalnya sebagai PDA (Personal Digital Assistant), merupakan perangkat yang canggih di jamannya, inputnya sudah berupa touchscreen. Karena harga yang cukup mahal dan barangnya cukup langka, PDA dan perangkat Windows Mobile tidak terlalu populer.
  3. Fase Blackberry (2007-2011), di masa awal ini Blackberry hanya terbatas untuk para eksekutif, selain harganya mahal, fitur push email memang ditujukan untuk dunia bisnis. Karena diawal perangkat Blackberry sangat eksklusif sehingga mempunya nilai prestise, ditambah Blackberry memiliki messaging yang eksklusif yaitu BBM, sehingga memiliki nomor PIN BB itu menjadi satu gengsi tersendiri. Ditambah sifat pengguna di Indonesia yang sangat intens dalam chat, maka Blackberry menjadi satu tren yang meledak, pada masanya orang lebih dulu bertanya PIN BB dibanding nomor telepon. Walau pada masa ini feature phone masih cukup kuat, karena pada masa ini ada alternatif bagi pengguna selain BB untuk bisa menikmati fitur seperti BBM yaitu menggunakan Whatsapp.
  4. Fase iPhone dan Android (2011-Sekarang), Android sangat fenomenal. Karena selain didukung oleh Google, Android juga banyak sekali di produksi oleh berbagai vendor, terutama Samsung. Untuk penetrasi pasar, di masa-masa awal, perangkat Android Samsung tergolong cukup murah, oleh karenanya wajar jika Samsung menjadi pemimpin pasar untuk perangkat Android. Mengapa Android bisa sangat booming? ini inti yang akan penulis bahas.

Seperti yang penulis sampaikan diatas, ketika kita berbicara ponsel pintar, pertama yang dibahas adalah sistem operasi, karena konsekuensi selanjutnya yang akan dibahas adalah aplikasi. Pemisah antara tren sebelum Android dan setelahnya adalah aplikasi. Jika kita berbicara mengenai tren maka yang perlu dibahas adalah tren maker-nya (subjek) bukan pasar (objek). Maka untuk urusan ponsel pintar tren maker-nya adalah developer yang mengembangkan aplikasi.

Pada awal peluncuran iPhone, platform iOS belum mempublish Native API untuk para developer, sehingga para developer masih harus menggunakan Web API untuk membuat aplikasi, dan ini tidak menarik karena untuk aplikasi-aplikasi tertentu akan sangat sulit untuk diimplemtasikan lewat Web API. Tetapi ketika Native API mulai di publish dari sanalah bermunculan banyak aplikasi yang kemudian membuat platform iOS menjadi hidup.

Apa yang dilakukan oleh Android sebenarnya mengadopsi apa yang dilakukan Apple, dengan keunggulan pembuat perangkat Android bukan cuma satu vendor seperti Apple tetapi banyak. Keterbatasan iOS yang hanya dibuat oleh Apple menjadi kerugian tersendiri, karena pasar menengah tidak bisa diambil, karena mahalnya perangkat iPhone. Kemudian karena Android menggunakan bahasa Java, maka para tren maker (red: developer) sangat mudah untuk mengembangkan aplikasi. Ditambah dokumentasi dan tools yang sangat baik, benar-benar memudahkan developer untuk menjajal sistem operasi Android.

Pada grafik diatas penulis sengaja menambahkan keyword Symbian, sistem operasi yang digunakan oleh Nokia sebelum berpindah ke Windows Phone. Symbian sejatinya adalah operating system yang paling populer sebelum era ponsel pintar, tetapi kenapa tidak berkembang? Kesalahan utamanya karena para developer sulit masuk kesana. Pemograman Symbian menggunakan bahasa C yang termasuk rumit ditambah dokumentasi yang minimal, sehingga sangat jarang aplikasi yang dipublish di Symbian.

Oke sekarang bagaimana tren kedepan?

Ada satu pepatah mengatakan “Tidak ada yang pasti di dunia, yang pasti hanyalah perubahan”. Walau posisi Android yang begitu kuat, sebagaimana dulu Blackberry pernah berjaya, tetap kemungkinan tren akan berubah sangat besar. Jika berbicara tentang masa depan, penulis melihat nilai yang paling utama adalah bukan yang ada pada saat ini tetapi apa yang ditawarkan di masa depan.

Oleh karena itu Android yang sekarang mulai merambah ke wearable dan embedded device seperti jam dan kacamata, juga mobil. Karena Android jika ingin “selamat” dimasa depan tetap harus menciptakan inovasi baru. Sedangkan penulis melihat pendekatan iOS selain wearable device juga ingin menjadikan iOS satu platform dengan OSX di dekstop. Sedangkan Windows Phone lebih ambisius lagi dalam hal integrasi, karena visinya setiap pengguna Windows dapat menggunakan perangkat mobile dan desktop dengan feel yang sama, begitu juga developer bisa menggunakan API yang sama untuk membuat aplikasi di Windows Phone atau Windows. Sedangkan Blackberry penulis lihat akan memfokuskan diri di dunia enterprise, dimana BBM for Enterprise diluncurkan. BBM for Enterprise sangat revolusioner untuk ukuran dunia enterprise, tetapi tidak cukup menari untuk mass market.

Sebagai penutup penulis akan mengutarakan pendapat pribadi mengenai platform mana yang akan “menang” di masa depan. Dari platform-platform yang ada di atas, menurut penulis yang memiliki nilai masa depan yang besar adalah Windows Phone, mengapa? Pertama bagi developer bisa “write once run everywhere” adalah holy grails, dan visi Windows untuk menyediakan uniform API bagi developer sangat menarik, kedua bagi user, pengalaman yang terintegrasi sangatlah menarik, ditambah Microsoft Office masih menjadi defacto dalam hal edit dokumen. Masalah utamanya adalah melihat track record Microsoft kadang tidak konsisten dalam road map-nya sehingga sering kali mengecewakan developer. Kemudian visi Microsoft ini menurut saya sangat besar dan konsekuensinya sangat sulit diimplementasikan, sehingga menang tidaknya akan sangat bergantung terhadap eksekusi visi tersebut.

Untuk platform-platform lain seperti Firefox OS, Ubuntu OS atau Sailfish masih terlalu muda untuk bisa bersaing dengan Android atau iOS. Tapi siapa yang tahu masa depan, yang penting bagi developer tetap embrace the change :).

About kodelokus

2 comments

  1. Terima kasih artikelnya, ditunggu postingan berikutnya

  2. Terima kasih artikelnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top